TOMCAT

>

Kasus Racun Tomcat Mulai Masuk DI Yogyakarta

Kamis, 22 Maret 2012 13:40 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA - Kepala Dinas Provinsi DIY Sarminto menghimbau kepada masyarakat tidak perlu panik dengan adanya penyakit yang diakibatkan oleh serangan racun serangga tomcat (Paederus). Racun Tomcat tidak berbahaya dan obat tersedia di semua Puskesmas se DIY.

"Tomcat tidak membahayakan kesehatan tubuh manusia. termasuk penderita yang terserang serangga tersebut," kata dia, Kamis (22/3).  Tomcat memiliki racun yang terkandung di dalam tubuhnya, tetapi racun yang berbentuk cairan tidak akan keluar jika serangga tersebut dipencet. Karena itu bila melihat ada dihinggapi tomcat jangan dipencet.

Dari kasus yang terjadi, serangga tomcat tersebut dipencet saat hinggap di tubuh manusia. Akibatnya, cairan di dalam tubuh itu mengenai kulit manusia yang mengakibatkan melepuh seperti herpes. Kasus akibat serangan tomcat yang dilaporkan ke Dinas Kesehatan Provinsi DIY baru ada 12 kasus. Semuanya berasal dari Kecamatan Tahunan RT 48 RW 7 dan semua sudah mendapatkan pengobatan, kata Kepala Bagian Pengendalian Penyakit dan Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi DIY, Daryanto Chadorie..

Sarminto mengatakan, dari Kabupaten Sleman pihaknya juga mendapatkan dua laporan yang dicurigai terkena serangan tomcat. Namun  pihaknya belum bisa memastikan dan masih dalam tahap klarifikasi. Sedangkan dari Kabupaten lainnya belum ada laporan. Obat untuk mengatasi serangan racun tomcat sudah tersedia di semua Puskesmas se DIY berupa salep hydrocortisone dan antibiotik.
Redaktur: Dewi Mardiani
Reporter: Neni Ridarineni

Subscribe to receive free email updates: