Apabila Kemungkaran Dibiarkan

>

Apabila Kemungkaran Dibiarkan" 

KHUTBAH PERTAMA
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَّهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُّضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَّإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِ يْكَ لَهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْ لُهُ يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا. أَمَّا بَعْدُ

Kaum muslimin rahimakumullah
Puji syukur hanya bagi Allah, Tuhan semesta alam. Kita panjatkan syukur kepada Aallah Swt. atas limpahan kenikmatan yang tak pernah berhenti dikucurkan kepada kita. Semoga Allah Swt. mengucurkan terus nikmat Rezeki, kesehatan serta nikmat iman, nikmat Islam yang tidak mungkin dapat hitung-hitung.


Shalawat serta salam semoga Allah curahkan selalu kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad Saw. kepada para sahabat, keluarganya dan pengikutnya yang tetap istiqomah hingga akhir zaman; aamiin ya Robbal alamin.

Jama`ah shalat jum’at yang berbahagia.

Banyak bentuk kesyirikan, kezaliman, kejahatan, kemaksiatan yang yang kita saksikan setiap hari. Begitu mudah pula kita temukan dan mendapatkannya. Bahkan kemaksiatan masuk kedalam rumah-rumah kita melalui media Televisi dan media sosial seperti alat komunikasi bernama HP.


• Praktek-praktek kesyirikan sudah menjadi  yang biasa dilakukan orang. Bahkan dukun, para normal, tukang ramal, ahli zodiak, dan orang-orang semacam mereka, yang jelas-jelas melakukan praktik kesyirikan, dianggap sebagai tokoh panutan dan memiliki tempat terhormat di tengah masyarakat.

• Praktek ibadah yang dipengaruhi budaya atau adat istiadat yang tidak sesuai dengan ajaran Agama yang benar dan tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah Saw.

• Kita saksikan pula  di antara saudara-saudara kita sudah tidak bisa lagi menghargai nyawa, harta orang lain, dan bahkan tidak lagi menghargai kehormatan manusia. Semua itu terjadi karena mereka telah meninggalkan tuntunan  Agama, mereka menuruti hawa nafsu, terpedaya dan tertipu oleh bujuk rayu setan.

• Dilain sisi kita jumpau pula bahwa di antara kaum muslimin sendiri tidak lagi memiliki rasa kepedulian terhadap saudaranya sesama muslim, tidak lagi peduli dengan kejadian dan kondisi yang ada disekitar, sehingga segala bentuk kemungkaran semakin hari tumbuh, sebaliknya segala kebaikan terkikis.  


  • Akibatnya orang-orang yang ingin selalu konsisten dan istiqamah dalam  menjalankan agama secara benar menjadi tersingkirkan dan asing di tengah masyarakatnya.  


Kesemua itu terjadi karena yang menjadi tolok ukur ber agama adalah perasaan dan logika semata dengan dalih ilmiah.  Bukan tolok ukurnya Iman yang kokoh yang bersumber Quran dan Hadits. . Iman yang kokoh adalah iman yang tidak sedikitpun tergoyahkan,  tidak sedikitpun tercemar oleh bisikan dan ajakan syaithan yang membisikkan terus menerus  yang berasal dari golongan manusia dan jin.  Bisikan ajaran kaum munafikin,  kafir, ajaran sesat dan menyesatkan.serta budaya atau adat kebiasaan yang bertentangan dengan kaidah-kaidad Agama yang bertentangan dengan Al-Quran dan Hadits..


Jamaah salat Jumat rahimakumullah
Apabila kemungkaran yang terjadi telah dianggap biasa di tengah masyarakat, yang baik menjadi suatu yang dianggap aneh, yang aneh dan menyimpang dianggap benar dan ilmiah. Orang-orang yang rajin shalat berjamaah dianggap aneh, muslimah yang mengenakan hijab sesuai syariat Islam dianggap aneh, rajin ke tempat-tempat pengajian atau majelis-majelis ta`lim aneh, dianggap sok alim. 

Sungguh benar sabda Rasulullah Saw. :
بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيْبًا وَسَيَعُوْدُ كَمَا بَدَأَ غَرِيْبًا، فَطُوْبَى لِلْغُرَبَاءِ، الَّذِيْنَ يُصْلِحُوْنَ مَا أَفْسَدَ النَّاسُ مِنْ بَعْدِيْ مِنْ سُنَّتِيْ
“Islam mulanya dianggap aneh (asing) dan akan kembali dianggap asing seperti semula. Maka kabar gembira yang besar bagi orang-orang yang dianggap aneh (asing), yaitu, orang-orang yang memperbaiki (menjalankan dengan baik) perkara-perkara sunahku yang telah dirusak orang-orang setelahku.” (HR. Ahmad dan Muslim)

Jamaah salat Jumat yang di Rahmati Allah Swt.
Kenyataan dalam kehidupan hendaknya menjadikan kita dan keluarga kita mawas diri dan berusaha menjadikan diri, keluarga, dan lingkungan sekitar kita untuk selalu menjaga dan berupaya secara aktif membentengi akidah. 

Rasulullah Saw. bersabda,
مَثَلُ الْقَائِمِ عَلَى حُدُوْدِ الله وَالْوَاقِعِ فِيْهَا كَمَثَلِ قَوْمٍ اسْتَهَمُوْا عَلَى سَفِيْنَةٍ فَأَصَابَ بَعْضُهُمْ أَعْلَاهَا وَبَعْضُهُمْ أَسْفَلَهَا فَكَانَ الَّذِيْنَ فِي أَسْفَلِهَا إِذَا اسْتَقَوْا مِنَ الْمَاءِ مَرُّوْا عَلَى مَنْ فَوْقَهُمْ فَقَالُوْا: لَوْ أَنَّا خَرَقْنَا فِي نَصِيْبِنَا خَرْقًا وَلَمْ نُؤْذِ مَنْ فَوْقَنَا؛ فَإِنْ يَتْرُكُوْهُمْ وَمَا أَرَادُوْا هَلَكُوْا جَمِيْعًا وَإِنْ أَخَذُوْا عَلَى أَيْدِيْهِمْ نَجَوْا وَنَجَوْا جَمِيْعًا.
“Perumpamaan orang yang teguh dalam menjalankan hukum-hukum Allah dan orang yang terjerumus di dalamnya, adalah seperti sekelompok orang yang berada di dalam sebuah kapal, ada yang mendapatkan tempat di atas melewati orang-orang yang di atas, dan ada yang memperoleh tempat di bawah. Sedang yang di bawah jika mereka berkata, ‘Lebih baik kita melobangi tempat di bagian kita ini (bagian bawah), supaya tidak mengganggu kawan-kawan kita yang di atas.’ Rasulullah bersabda, ‘Maka jika mereka yang di atas membiarkan orang yang di bawah (melakukan hal itu), pasti binasalah semua orang yang ada di dalam perahu tersebut, namun apabila mereka mencegahnya mereka semua akan selamat’.” (HR. Al-Bukhari no. 2493).

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَن تُغْنِيَ عَنْهُمْ أَمْوَالُهُمْ وَلآَأَوْلاَدُهُم مِّنَ اللهِ شَيْئًا وَأُوْلاَئِكَ هُمْ وَقُودُ النَّارِ
“Kalian adalah umat yang terbaik yang pernah dilahirkan untuk manusia, karena menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar,dan beriman kepada Allah.” (QS. Ali Imran: 110)

Apabila kemungkaran dibiarkan, maka   agama akan menjadi semakin redup di tengah masyarakat dan kejahatan justru akan semakin merajalela. 
Karena apabila kemaksiatan demi kemaksiatan begitu saja dibiarkan tanpa ada usaha untuk merubahnya, maka masyarakat yang memang minim dengan ilmu agama akan menganggap semua itu sebagai suatu yang bukan maksiat.

Membiarkan maksiat dan kemungkaran akan menyebabkan kemaksiatan menjadi suatu yang indah dalam pandangan manusia; ingatlah Allah Swt memperingatkan :
"Dan barangsiapa yang menukar iman dengan kekafiran, maka sungguh orang itu telah sesat dari jalan yang lurus" (QS Al-Baqarah 2:108)               

Jamaah salat Jumat rahimakumullah
Oleh karena itu, apabila kemungkaran dibiarkan maka arah seseorang sudah mengarah kepada menukar iman, menukar akidah dengan kekufuran; maka adalah kewajiban setiap muslim untuk saling mengingatkan sesama yang dimulai dari diri sendiri dan keluarga akan jalan menuju keselamatan dan menghindarkan diri dari murka Allah di dunia maupun di akhirat. 
Amar ma’ruf nahi munkar harus tegak, dalam segala tataran kehidupan masyarakat, baik sosial, individu, keluarga, bahkan bahkan lebih luas lagi. Ingat bahwa amar ma’ruf nahi munkar adalah perintah Allah Swt, dan barangsiapa menegakkannya maka. Allah Swt. menjanjikan keberuntungan. 

Sebagaimana Firman-Allah Swt. :
وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةُ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلاَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” (Ali-Imran: 104)

أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا أَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْم

KHUTBAH KEDUA

اَلْحَمْدُ لله رَبّ الْعَالَمِيْنَ، وَأَشْهًدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَلِيِّ الصَّالِحِيْنَ، وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا خَاتَمُ الأَنْبِيًاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، اَلّلهُمّ صَلِّي عَلَى مُحَمّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمّد كَمَا صَلَيْتَ عَلَى آلِ ِإْبرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمّدِ وَعَلَى آلِ مُحَمّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلى آلِ إِبْرَاهِيْمَ فَِي الْعَالَمِيْنَ إِنّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، أَمّا بَعْدُ

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Kepedulian kita untuk merubah kemungkaran, adalah salah satu di antara barometer keimanan kita. Kewajiban kita hanya melaksanakan perintah Allah Swt. dan Allah hanya menilai usaha / perjuangan seseorang bukan hasilnya, karena hasilnya hanya Allah yang menetapkan.

Kita renungkan Firman Allah :
Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang-orang yang buta (mata hatinya) dari kesesatannya (QS. 30 : 53) 



Allah Swt mengingatkan :

  • Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan Hari Perhitungan. (QS. 36 : 26)
  • ...... dan siapa yang sesat, maka sesungguhnya dia semata-mata sesat buat dirinya sendiri (QS 39 : 41)
  • Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata. (QS. 39 : 22)
Kita memohon kepada Allah agar diberi kekuatan, kekuatan hati, kekuatan ilmu, kekuatan lisan untuk membedakan yang hak dan yang batil, yang ma’ruf dan yang mungkar, kemudian kita bersama-sama menegakkan yang ma’ruf dan memberantas segala bentuk kemungkaran dan kebatilan.

Semoga Allah menggolongkan kita sebagai mukmin sejati, melimpahkan rahmat bagi kita, dan menjadikan kita sebagai orang-orang yang beruntung.

َللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ باَطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ.
Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami bahwa kebenaran itu memang benar, dan berilah kami kemampuan untuk mengikutinya. Dan tunjukkanlah kepada kami, bahwa kebatilan itu memang batil; dan jauhkanlah kami daripadanya.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
وَصَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ عَلَىمُحَمَّدٍ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا وَ آخِرُ دَعْوَانَا الْحَمْدُِ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم ونفعني وإياكم بما فيه من
الآيات و الذكر الحكيم أقول قولي هذا وأستغفر الله لي ولكم

Assalamu`alaikum Wr. Wb


Sumber:  Berbagai sumber

araDi edit ulang untuk Khutbah Jumat / Tausiyah
Oleh : H.A. ROZAK ABUHASAN, MBA
 https://arozakabuhasan.blogspot.co.id/
20180131-Apabila Kemungkaran Dibiarkan

Subscribe to receive free email updates: