bacaan khutbah jumat pertama dan kedua

>



Inilah bacaan khutbah jumat pertama dan kedua yang musti dilakukan 


 
20180504 Kembali  Kepada Agama Tauhid 

KHUTBAH PERTAMA

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ  أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ  وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
   اَللّهُمَّ صَلِّى عَلىَ مُحَمَّد  وَعَلَى آلِهِ وَصَحـْبِهِ اَجْمَعِيْنَ.
إِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ  وَلاَتَمُوْتُونَّ إِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا   أَمَّا بَعْدُ؛


Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah Swt. yang telah memberikan limpahan nikmat karunia yang tidak terhingga yang diberikan kepada kita, kenikmatan yang tidak mungkin bagi kita untuk menghitung-hitungnya;

Kita bersyukur atas segala Karunia-Nya terutama nikmat Iman, Nikmat Islam, nikmat Rezeki, Kesehatan serta kesempatan untuk beribadah sampai hari ini,  semoga Allah menerima niat dan ibadah kita, aamiin ya Robbal alamin.

Sholawat serta salam kita panjatkan, semoga Allah curahkan selalu kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW., kepada keluarga dan sahabatnya  dan pengikutnya yang setia hingga akhir zaman., Amin Ya Robbal Alamin.

Jamaah shalat jum’at yang berbahagia.
Perkembangan teknologi, apalagi dalam dunia digital. demikian menakjubkan. Berita-berita apapun yang baik dan buruk, yang benar atau bohong  dalam sekejap dapat diperoleh. Berita-berita itu dengan sekali sentuh atau sekali ucap sudah keluar dihadapan mata berikut gambar atau situasi yang sama saat kejadian disuatu tempat dibelahan bumi ini.

Realita ini menunjukkan bahwa pengetahuan manusia dalam hal ilmu duniawi serta pesatnya teknologi demikian maju, namun tidak kita pungkiri bahwa kemajuan teknologi ini  tidak otomatis mengatasi persoalan hidup, malah sebaliknya persoalan dan problem-problem kian menumpuk di keluarga, di masyarakat, di lingkungan, bahkan di negara, satu paradigma yang sangat menyedihkan. Semua ini disebabkan ilmu pengetahuan yang tidak diimbangi dengan ilmu agama.

Hadirin Rohimakumullah ……………
Bahwa kemajuan teknologi yang tidak diimbangi dengan pengetahuan pengajaran agama    menyebabkan jauhnya seseorang dari agama, mengakibatkan terbukanya pintu kejahatan dan kemaksiatan.  

Dunia zaman kini pengetahuan, atau informasi apapun dengan mudah diperoleh, dengan menyentuh satu huruf saja bisa saja langsung keluar gambar atau berita dimuka bumi ini. Bayangkan semuanya dengan mudah dapat diakses dengan alat komunikasi HP.

Suasana ini sangat menakjubkan, karena bila kita butuh informasi, pengetahuan, maka dengan mudah dapat kita akses.  Tinggal kita bagaimana memanfaatkan teknologi ini termasuk mengawasi dan menjaga anak cucu kita agar tidak salah dalam menggunakam HP ini.

 Ingatlah Allah Swt berfirman  :
(QS Al-Baqarah 2: 212) "Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang kafir dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman"       
(QS Ali Imran 3 : 185)  " Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan"              

Hadirin rohimakumullah
Bahwa   kehidupan dunia ini sementara, bahwa kehidupan dunia itu hanyalah kesenangan yang memperdayakan;                                                                                 
·        Kehidupan dunia itu hanyalah sebentar,  tiadalah kehidupan dunia ini selain main-main dan senda gurau belaka..  Diayat lain Allah memperingatkan bahwa kehidupan dunia ini telah menipu;
·        
Bahwa Allah Swt memperingatkan kepada manusia bahwa diciptakannya bangsa jin dan manusia kemuka bumi ini tidak lain untuk mengabdi kepada Allah Swt. (QS.51:56)

Barangsiapa melaksanakan perintah Allah Swt dan menjauhi larangan-larangan-Nya, maka Allah Swt. menjanjikan pahala syurga; namun sebaliknya maka kerugian yang amat sangatlah yang diperoleh kelak di alam akhirat yang kekal.  
"Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-sekali kehidupan dunia memperdayakan kamu"(QS 31:33)

Hadirin rohimakumullah, 
Dalam seseorang melaksanakan perintah dan menjauhi larangan Allah Swt tentulah tidak selalu muluis atau lancar, banyak godaan-godaan. Bahwa syaitan akan selalu menakut-nakuti atau menggoda untuk menghalangi-halangi jangan sampai yang bersangkutan melaksanakan perintah Allah Swt. sebagaimana firman Allah Swt :

Allah berfirman, “Syaithan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir) sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripadanya dan karunia. Dan Allah Maha Luas karuniaNya lagi Maha Mengetahui.”              (QS Al Baqoroh: 268).

Hadirin bahwa hidup ini ada 2 (dua) pilihan
1.      Jalan menuji Surga yaitu jalan Taqwah. 
      Caranya adalah melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya
2.      Jalan ke Neraka yaitu jalan Fujur / Fasiq  Caranya adalah dengan melakukan perbuatan sesuai ajakan syaithan

Firman Aallah Swt :
·        "Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaan " (QS AsySyams 91:8)   
                 
·        "Sesungguhnya  beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu" (QS Asy Syams 91 : 9)                                                     
·        "dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya" (QS Asy Syams 91 : 10)

Pilihan jalan hidup seseorang apakah akan mengikuti kata hatinya menuju jalan fujur atau fasik dan atau menuju jalan ketaqwaan adalah pilihan. Salah pilih atau salah langka akibatnya tentu sesuai apa yang dipilih dan itu merupakan hak seseorang.

Hadirin Rohimakumullah
Kehidupan yang kita rasakan saat ini adalah semakin bejatnya moral, hilangnya kewibawaan bangsa, kehinaan serta eksploitasi orang-orang yang tidak dibimbing oleh ajaran agama (Islam) yang benar, sebagai dampak dari kurangnya perhatian kita sendiri terhadap agama. 

Akibat melemah dan terkikisnya nilai-nilai agama ini dalam kehidupan menjadikan semangat untuk melaksanakan ajaran agama dan membela agama menjadi sangat minim yang dapat menyebabkan mengundang kemarahan dan kebencian Allah.  

Allah memperingatkan bagaimana suatu negeri atau bangsa-bangsa terdahulu yang kuat dan dan mewah yang karena kedurhakaannya maka Allah musnahkan negeri atau bangsa itu.

Sebagaimana Firman Allah Swt Quran Surat Al Israa 16 :

Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.(QS Al Israa: 16). 
  

أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا أَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ   فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْم


KHUTBAH KEDUA
 اَلْحَمْدُ لله رَبّ الْعَالَمِيْنَ، وَأَشْهًدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَلِيِّ الصَّالِحِيْنَ، وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا خَاتَمُ الأَنْبِيًاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، اَلّلهُمّ صَلِّي عَلَى مُحَمّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمّد كَمَا صَلَيْتَ عَلَى آلِ ِإْبرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمّدِ وَعَلَى آلِ مُحَمّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلى آلِ إِبْرَاهِيْمَ فَِي الْعَالَمِيْنَ إِنّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، أَمّا بَعْدُ:
Hadirin Jamaah Rohimakumullah
Masihkah kita pantas sebagai Hambah Allah yang disyangi dan dicintai-Nya ?


Karena itu : kiranya Wajib bagi segenap kaum muslimin untuk membangun kembali kehidupan yang baru dengan kembali kepada Allah, mendalami agama Allah dan membelanya  melalui tenaga, pikiran  dan harta yang Allah titipkan kepada kita,  yang kesemuanya untuk menggapai  kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta dapat mengatasi persoalan-persoalan yang problematis.

Ramadhan tinggal beberapa hari lagi, moment ini mari kita kembali kepada Agama Tauhid, Agama Allah yaity Islam.   Kita pelajari, Kita renungkan, Kita berbuat semaksimal mungkin diiringi doa.

Kita renungkan firman Allah Swt :
“Apakah mereka tidak memperhatikan berapa banyaknya generasi-generasi yang telah Kami binasakan sebelum mereka, padahal (generasi itu) telah Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, yaitu keteguhan yang belum pernah Kami berikan kepadamu, dan Kami curahkan hujan yang lebat atas mereka dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka, kemudian Kami binasakan mereka karena dosa mereka sendiri…” (QS Al An’aam: 6).
  رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا، رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا، رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ، وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا، أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ.
·         “Ya Allah Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah.
  • Ya Allah Ya Robbana, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami.
  • Ya Allah Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya.
  • beri ma’aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami.
  • Engkaulah penolong Kami, Maka tolonglah Kami terhadap kaum yang kafir.”
Ya Allah…, janganlah Engkau palingkan hati-hati kami setelah Engkau beri hidayah, dan curahkanlah kepada kami selalu rahmatMu,

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإَِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالإِيْمَانِ    وَلاَ تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلاًّ لِلَّذِيْنَ آمَنُوْا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ
Ya Allah Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan dosa saudara-saudara kami yang telah mendahului kami dalam keimanan, dan janganlah Engkau jadikan di hati kami kedengkian terhadap orang-orang yang beriman, ya Tuhan kami sesungguhnya Engkau Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Ya Rabb, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan akhirat, dan peliharalah kami dari api neraka. 

  وَصَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ عَلَى
مُحَمَّدٍ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا وَ آخِرُ دَعْوَانَا الْحَمْدُِ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
عِبَادَ اللهِ. اِنَّ اللهَ يَأْمُرُبِالْعَدْلِ وَالإِحْسَنِ
وَإِيْتَا ئِ ذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْىِ,
يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
فَاذْكُرُواللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ  وَلَذِكْرُاللهِ أَكْبَر

Assalamualaikum Wr. Wb.

Diedit oleh :
arozakabuhasan.blogspot.co.id                                                            
20180504 Kembali  Kepada Agama Tauhid 

Subscribe to receive free email updates: